Ini Cara Mengelola Arus Kas Bisnis Online Yang Harus Anda Ketahui

Pengelolaan keuangan  bisnis adalah hal terpenting yang harus dilakukan saat Anda sedang menjalankan usaha. Diluar sana, masih banyak pebisnis yang tidak pandai mengelola keuangan sehingga mengalami kerugian karena dirinya tidak mampu mengelola keuangan bisnis. Hal ini bisa saja akibat dari ketidakpedulian Anda mengelola arus kas atau cash flow usaha Anda.

Cash flow adalah aliran uang yang masuk maupun keluar pada sejumlah kas ataupun setara dengan kas. Saat mengelola keuangan bisnis Anda, laporan kas sangat memegang peranan penting dengan laporan laba rugi perusahaan atau bisnis.

Kas tidak hanya berasal dari pendapatan saja, kas juga berasal dari dana hutang atau pinjaman modal dari bank ataupun pemilik.

Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti para pemilik bisnis online, dana operasional Anda tentu bergantung pada dana kas. Menurut penelitian Spark Business di tahun 2014, sebanyak 71% bisnis dengan kondisi arus kas yang baik tidak pernah mengalami krisis tunai sehingga perusahaan lebih mudah membayar tagihan.

Bagaimana caranya ? Berikut penjelasannya.

  1. Tetapkan saldo awal

Saldo awal usaha sangat berpengaruh pada laporan-laporan yang akan dihasilkan melalui sistem informasi akuntansi yang Anda gunakan dalam usaha Anda.

Tahapan ini menjadi dasar atas pembuatan catatan keuangan suatu jenis usaha, baik dalam bentuk perorangan ataupun organisasi. Oleh karenanya, penyusunan saldo awal bisnis online Anda tidak boleh disepelekan.

  1. Analisis Arus Kas

Apabila sudah mengetahui besaran saldo awal bisnis Anda, maka selanjutnya analisis arus kas bisnis Anda. Ini dilakukan untuk mengelola arus kas bisnis online yang Anda miliki. Hal tersebut dilakukan untuk melacak arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. Hasil yang Anda temukan nanti sangat memudahkan Anda untuk melakukan pencatatan laporan arus kas perusahaan. Laporan arus kas ini juga bis amenjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan keluar selama periode laporan.

Arus kas yang ada meliputi tiga hal yaitu arus kas masuk dari kegiatan usaha yang tercermin dari laporan laba rugi perusahaan, arus kas masuk dari kegiatan investasi yang terkait dengan aktivitas pembelian dan penjualan aktiva  perusahaan. Serta kegiatan yang termasuk dengan piutang perusahaan dengan entitas lain dan arus kas masuk dari kegiatan pendanaan seperti penjualan obligasi, emisi saham, pembayaran dividen, maupun pelunasan piutang di bank.

Selain itu beberapa faktor penting yang ada di dalam arus kas keluar adalah sebagai berikut:

  • Arus kas keluar dari kegiatan usaha meliputi biaya produksi, biaya barang, pembelian perlengkapan kantor, tenaga kerja dan juga pembayaran bunga.
  • Arus kas keluar dari kegiatan investasi berupa pembelian aset seperti peralatn produksi, pembelian kompuyter dan perbaikan alat kantor.
  • Arus kas keluar dari kegiatan pendanaan seperti pembayaran utang dan pajak yang harus segera dibayarkan

 

  1. Proyeksikan Penerimaan Kas

Buatlah tabulasi piutang atau table mengenai piutang Anda  karena bisnis online yang langsung dibayar tunai atau melalui marketplace seperti tokopedia dan bukalapak.

Tabulasi ini berfungsi  mengelompokkan piutang tanggal jatuh tempo sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan berapa besaran uang tunai yang didapat.

  1. Rencanakan Pengeluaran Kas

Dalam mengelola arus kas, daftar rencana pengeluaran kas adalah hal yang wajib. Lakukan identifikasi terhadap semua kewajiban Anda dan ketahui waktu pembayarannya, termasuk biaya gaji karyawan , biaya tetap (tagihan wifi, pulsa, cicilan utang dan lainnya).

Hal tersebut juga menandakan bahwa Anda harus menyediakan kas dan berapa besar jumlahnya sehingga jumlah target yang harus dikumpulkan sudah dapat dipastikan.

  1. Menyusun Laporan Aliran Kas

Hal lain yang sangat membantu Anda dalam mengelola arus kas bisnis online adalah laporan arus kas. Fungsi laporan arus kas adalah sebagai indicator jumlah kas di masa yang akan datang dan membantu penilaian atas rencana arus kas yang telah dibuat sebelumnya. Laporan arus kas juga berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban bisnis. Selama periode laporan.

Penyusunan laporan arus kas juga dapat memakai 2 jenis metode yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Jika menggunakan metode langsung, berarti penyusunan laporan dilakukan berdasarkan pada buku kas/bank sehingga Anda harus melaporkan kelompok-kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari kegiatan operasional perusahaan.

Sedangkan jika Anda menggunakan metode tidak langsung berarti Anda menyusun laporan arus kas berdasarkan laporan laba-rugi dan neraca. Dengan metode ini, laba rugi perusahaan harus disesuaikan dengan cara mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan dari penerimaan atau pembayaran kas untuk kegiatan operasional di masa lalu dan masa akan datang.

  1. Proyeksikan Saldo Kas

Jika laporan arus kas perusahaan telah disusun, Anda dapat dengan mudah mengetahui proyeksi arus kas masuk dan keluar. Dengan demikian, Anda dapat menghitung proyeksi saldo kas yang akan datang.

Apabila saldo kas Anda negative, Anda perlu mengantisipasi upay untuk menutupinya. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka Anda harus memikirkan akan menyimpan saldo ini atau menginvestasikannya.

  1. Manfaat Mengelola Arus kas

Selain dimanfaatkan sebagai alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan keluar selama periode laporan, dengan mengelola laporan arus kas secara tepat, Anda mampu mengenali pola arus kas. Misalnya arus kas mingguan, bulanan dan musiman.